"Engkau akan puas dengan sepotong roti panggang dari pada orang yang menutup pintu untuk orang lain"
Renungkanlah dunia seisinya. Bukankah dipan-dipan putih di rumah sakit ditiduri ribuan manusia yang terkena penyakit selama bertahun-tahun dan tergoncang oleh banyak bencana selama sekian lama? Bukankah di penjara terdapat ribuan manusia di belakang terali besi yang hidup nista dan tak menikmati kehidupan mereka? Bukankah dipusat-pusat rehabilitasi dan rumah sakit-rumah sakit banyak manusia yang kehilangan akal sehatnya, lenyap kesadarannya dan menjadi gila? Bukankah disana, di antara banyak wanita, ada yang ditimpa musibah, anak-anaknya meninggal semuadalam satu peristiwa tragis? atau wanita yang cacat, tuna netra, tuna wicara, tuna rungu, kehilangan sebagian anggota badannya, seperti kaki, tangan, dan lain sebagainya, bahkan kehilangan akal sehatnya, atau terkena penyakit mematikan, kanker?
Sedang engkau disini selamat, terlindungi, dalam keadaan baik, tenteram, aman dan damai. oleh karena itu, bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmat-Nya. janganlah menghabiskan waktumu dalam hal tidak diridhai Allah, seperti duduk berlama-lama di depan televisi menonton berbagai channel yang menyiarkan acara-acara murahan, palsu, tak berharga, picisan, yang membuat hati penuh penyakit dan kesedihan; membuat jasad kita tidak melakukan pekerjaan wajib kita.
Akan tetapi, ambillah apa yang bermanfaat saja darinya, seperti diskusi, seminar, acara kesehatan yang bermanfaat atau berita-berita yang penting bagi ummat muslim dan muslimah dan lain sebagainya. Hindarilah semua hal yang tidak berarti yang ditayangkan dan semua kegilaan yang disiarkan itu. Semua itu menghilangkan rasa malu, kehormatan dan agama.
"Pencerahan: Biarkan orang zalim menjadi urusan mahkamah akhirat, di mana tidak ada hakim selain Allah".
hello
Senin, 24 Desember 2012
Senin, 30 Juli 2012
Akan Indah Pada Waktunya
memberi kaktus yang berduri, kita meminta kupu-kupu, tapi diberi ulat. Kita pun bersedih dan kecewa!. Namun kemudian, kaktus berbunga indah dan ulat pun menjadi kupu-kupu yang cantik. Inilah jalan Allah SWT, indah pada waktunya! Allah SWT tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Dia memberi apa yang kita butuhkan, kadang kita sedih, kecewa, terluka, berburuk sangka. Tapi jauh diatas segalanya Dia sedang merajut yang terbaik dalam hidup kita.
Sebelum anda marah..baca ini dulu
Bukan tulisan saya sih saya cuma copas dari sebuah blog,,tapi kayanya bagus untuk di share disini dan dimana mana…
========================
Kenapa harus marah ?
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya:
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab:
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran,
karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya,
“Lawan bicaranya justru berada disampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar
menurut pertimbangan mereka……..
Namun tak satupun jawaban yang memuaskan……
Sang guru lalu berkata;
“Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik
mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian,
mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,
semakin pula mereka menjadi marah dan
dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun
menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa
berteriak lebih keras lagi.”
Sang guru masih melanjutkan;
“Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?
Mereka tak hanya tidak berteriak,
namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka
begitu halus dan kecil. Sehalus apapun,
keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.Mengapa demikian?”
Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan
jawaban.
“Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka
memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”
Sang guru masih melanjutkan:
“Ketika kamu sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak….. Lebih lagi hendaknya kamu
tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.
Mungkin di saat seperti itu,
TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA.
Karena waktu akan membantumu……”
Kenapa harus marah ?
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya:
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab:
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran,
karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya,
“Lawan bicaranya justru berada disampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar
menurut pertimbangan mereka……..
Namun tak satupun jawaban yang memuaskan……
Sang guru lalu berkata;
“Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik
mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian,
mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,
semakin pula mereka menjadi marah dan
dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun
menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa
berteriak lebih keras lagi.”
Sang guru masih melanjutkan;
“Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?
Mereka tak hanya tidak berteriak,
namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka
begitu halus dan kecil. Sehalus apapun,
keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.Mengapa demikian?”
Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan
jawaban.
“Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka
memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”
Sang guru masih melanjutkan:
“Ketika kamu sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak….. Lebih lagi hendaknya kamu
tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.
Mungkin di saat seperti itu,
TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA.
Karena waktu akan membantumu……”
“Flatter me, and I may not believe you. Criticize me,
and I may not like you. Ignore me, and I may not forgive you.
Encourage me, and I will not forget you.” [ William Arthur Ward ]
Minggu, 29 Juli 2012
Senja
Ketika langit menguning
di cakrawala tak bertepi
kutatap senja nan merah
dalam lelapnya damai
Sentuhan hangat mentari
belaian angin nan semilir
lembutnya pasir putih
menyiratkan kenangan indah
Layar-layar yang menantang lautan
maniti buih, riak dan gelombang
debur ombak yang berkejaran
memecah kesunyian, mengusik lamunan
senja, bias warnamu
bak lukisan cinta
Yang Maha Kuasa
di cakrawala tak bertepi
kutatap senja nan merah
dalam lelapnya damai
Sentuhan hangat mentari
belaian angin nan semilir
lembutnya pasir putih
menyiratkan kenangan indah
Layar-layar yang menantang lautan
maniti buih, riak dan gelombang
debur ombak yang berkejaran
memecah kesunyian, mengusik lamunan
senja, bias warnamu
bak lukisan cinta
Yang Maha Kuasa
Jumat, 27 Juli 2012
Wajahmu Diantara Bias Bulan
Ketika senja mulai turun
dan gelap mulai merayap
kuterbius dalam lingkar kelam
sendiri bagai bulan tanpa bintang
Samar kulihat seberkas cahaya
memberikan bias-bias putihnya padaku
dan mengajakku bangun dari angan
Saat kulihat samar rautmu
diantara cahaya bulan malam hari
menatapku hingga kuterpaut
Seketika itu,,
gelisahku pun hadir dalam peluh
menyelimuti raga dan jiwaku
dan memaksaku pergi menjauh
Bulan,
mengapa kau gambarkan senyumnya
mengapa kau lukis tawanya
mengapa kau ukir wajahnya
dalam seberkas cahayamu.
dan gelap mulai merayap
kuterbius dalam lingkar kelam
sendiri bagai bulan tanpa bintang
Samar kulihat seberkas cahaya
memberikan bias-bias putihnya padaku
dan mengajakku bangun dari angan
Saat kulihat samar rautmu
diantara cahaya bulan malam hari
menatapku hingga kuterpaut
Seketika itu,,
gelisahku pun hadir dalam peluh
menyelimuti raga dan jiwaku
dan memaksaku pergi menjauh
Bulan,
mengapa kau gambarkan senyumnya
mengapa kau lukis tawanya
mengapa kau ukir wajahnya
dalam seberkas cahayamu.
Hanya Sesaat
Tatapanmu selalu pancarkan hasrat
senyummu sampaikan maksud
tapi adamu tak pernah sapa mataku
Ingin mewujudkan beribu harap
mengurai semai
Jadikan bumi tanah bermakna
wujudkan langit terang payung dunia
Tapi,
aku bukan pungguk rindukan bulan
aku tarik semua harapan
menembus kulum
hindari semua tatapanmu.
senyummu sampaikan maksud
tapi adamu tak pernah sapa mataku
Ingin mewujudkan beribu harap
mengurai semai
Jadikan bumi tanah bermakna
wujudkan langit terang payung dunia
Tapi,
aku bukan pungguk rindukan bulan
aku tarik semua harapan
menembus kulum
hindari semua tatapanmu.
Kamis, 26 Juli 2012
Ketika Puisi Mengepakkan Do'a
Kubaca lagi dunia dengan tangan hampa
tangan-tangan yang kering cumbu rayu
tapi kata-kata itu telah lama menginap didalam hatiku.
dan sekali lagi kuhidangkan puisi.
Ketika puisi mengepakkan doa
lalu terbang kelangit tinggi
mengukur cakrawala
Kubaca lagi dunia dengan cinta
ada orang putus asa lalu gila
ada orang rakus lalu tergilas
ada orang sedih lalu gembira
ada air mata dan cinta
tumpah disini.
Kubaca lagi dunia dengan kata-kata
sebab setiap kalimat lahir dari cuaca
kita saling membaca!!!
tangan-tangan yang kering cumbu rayu
tapi kata-kata itu telah lama menginap didalam hatiku.
dan sekali lagi kuhidangkan puisi.
Ketika puisi mengepakkan doa
lalu terbang kelangit tinggi
mengukur cakrawala
Kubaca lagi dunia dengan cinta
ada orang putus asa lalu gila
ada orang rakus lalu tergilas
ada orang sedih lalu gembira
ada air mata dan cinta
tumpah disini.
Kubaca lagi dunia dengan kata-kata
sebab setiap kalimat lahir dari cuaca
kita saling membaca!!!
Rabu, 25 Juli 2012
Petikan
Rasa manis yang terteguk
dari puluhan mangkuk gula
tak akansampai kehati
bila kau meminumnya bersama air mata
karena urat-urat tubuh akan mengeruk
bila tersiram duka
pun rasa pahit yang melilit
tak akan bisa mengikatmu dalam rasa sempit
bila kau mereguknya dengan rela
dan tetap tersenyum ramah, juga pasrah
karena pasrah adalah darah
dan rela adalah udara
yang tidak bisa terikat
kecuali jiwa.
dari puluhan mangkuk gula
tak akansampai kehati
bila kau meminumnya bersama air mata
karena urat-urat tubuh akan mengeruk
bila tersiram duka
pun rasa pahit yang melilit
tak akan bisa mengikatmu dalam rasa sempit
bila kau mereguknya dengan rela
dan tetap tersenyum ramah, juga pasrah
karena pasrah adalah darah
dan rela adalah udara
yang tidak bisa terikat
kecuali jiwa.
Mata Senja
Kenangan apalagi yang harus kuingat,
karena setiap jengkal kalimat
telah berubah warna jadi senja panjang tanpa kepastian
Keindahan apa pula yang harus kuukir
karena darah yang mengalir telah dianggap air.
Atau kupasrahkan saja pada hari esok ?
karena hari ini,
tak ada yang menangis dengan berani.
atau mungkin, kekelaman yang dilantunkan
akan memanggil kembali ingatan
dari jiwa yang terkubur dalam
untuk tak lagi diam !!!
karena setiap jengkal kalimat
telah berubah warna jadi senja panjang tanpa kepastian
Keindahan apa pula yang harus kuukir
karena darah yang mengalir telah dianggap air.
Atau kupasrahkan saja pada hari esok ?
karena hari ini,
tak ada yang menangis dengan berani.
atau mungkin, kekelaman yang dilantunkan
akan memanggil kembali ingatan
dari jiwa yang terkubur dalam
untuk tak lagi diam !!!
Rabu, 27 Juni 2012
KENANGAN
6 tahun sudah kita tak pernah jumpa,
Tapi bayangmu masih sangat jelas dihatiku,
Sifatmu yang ramah..
Wajahmu yang ceria,
Tawamu yang renyah
Dan matamu yang selalu memancarkan ketulusan..
Masihka dirimu seperti itu?
Masihka kau seseorang yang pernah kutemui 6 tahun silam??
Aku tak tahu,
Aku terlalu takut menelusuri bayang-banyangmu
Engkau terlalu jauh untuk kugapai,,
Tapi hatiku,
Semakin ingin melupakanmu,
Semakin kuat pula kenangan indah dirimu
Menarikku dalam belenggu kerinduan
Yang tak pernah kutahu kapan akan berakhir..
04 jUNI 2012
Malam itu,
Aku masih dapat menatap wajahmu diantara taburan bintang dilangit
Tapi,,
entah apa yang terjadi
entah apa yang kurasa
Malam ini.
aku tak lagi bisa menjumpai wajahmu diantara taburan bintang
Adakah ini pertanda
Dirimu akan berlalu dihatiku..
Seperti waktu yang selalu berlalu..
Dan tak pernah kembali..
ENTAH MENGAPA
entah mengapa...
hati ini terasa begitu sakit,,
entah mengapa..
perasaan ini begitu kacau,
tiap kali nama itu terucap,
tiap kali nama itu terdengar.
entah mengapa..
Rabu, 13 Juni 2012
Tanpa Nama
Kau hanyalah sebuah fatamorgana dalam hidupku
Tak pernah ada dan tak akan pernah
Kau hanyalah sesosok bayangan
Bayakan yang selalu menari nari di hatiku
Tapi tak pernah nampak dalam kasat mata
Kau hanyalah bayangan tanpa nama
Tak pernah ada dan tak akan pernah
Kau hanyalah sesosok bayangan
Bayakan yang selalu menari nari di hatiku
Tapi tak pernah nampak dalam kasat mata
Kau hanyalah bayangan tanpa nama
Langganan:
Komentar (Atom)


