dan gelap mulai merayap
kuterbius dalam lingkar kelam
sendiri bagai bulan tanpa bintang
Samar kulihat seberkas cahaya
memberikan bias-bias putihnya padaku
dan mengajakku bangun dari angan
Saat kulihat samar rautmu
diantara cahaya bulan malam hari
menatapku hingga kuterpaut
Seketika itu,,
gelisahku pun hadir dalam peluh
menyelimuti raga dan jiwaku
dan memaksaku pergi menjauh
Bulan,
mengapa kau gambarkan senyumnya
mengapa kau lukis tawanya
mengapa kau ukir wajahnya
dalam seberkas cahayamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar